2014 Tahun Transformasi Dunia Bisnis Indonesia

Tahun 2014 segera kita jalani dengan berbagai peluang dan tantangan yang harus dihadapi. Berikut beberapa ulasan singkat yang semoga dapat berkenan dan bermanfaat bagi kita semua.

A. Outlook Ekonomi Indonesia 2014
Beberapa catatan yang disampaikan oleh berbagai ahli dan lembaga untuk Negara Indonesia di tahun 2014 adalah:

  1. Tahun 2014 adalah tahun politik, dimana pada tanggal 9 April 2014 Pemilu Legislatif dan 09 Juli 2014 Pemilu Presiden dan rencana pelantikan Presiden 20 Oktober 2014. Dengan pelaksanaan agenda demokrasi 5 (lima) tahunan ini, sudah dapat dipastikan akan menggerus perhatian dan sumber daya yang cukup besar, termasuk logistik pemilu (baik kebutuhan kampanye caleg/partai maupun peralatan pemilu KPU) yang cukup besar.
  2. Asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di bawah 6% (proyeksi Bank Dunia 5.3%). Hal ini ditopang oleh belanja domestic yang meningkat seiring dengan pelaksanaan Pemilu yang membutuhkan berbagai alat peraga kampanye yang secara umum dikerjakan oleh UMKM.
  3. Laju Inflasi 4.5% plus minus 1 dengan deficit neraca perdagangan berkisar 2%
  4. Nilai tukar rupiah di semester 1 (1H 2014) yang masih bergerak di 11.000-an serta BI rate yang berada di 8%.

Berbagai pendapat optimis para ekonom dan lembaga memberikan angin segar peluang bisnis di tahun  2014 yang disertai dengan perubahan ekonomi dunia, khususnya Amerika dan Eropa yang membaik, sehingga berpeluang meningkatkan nilai ekspor berdasarkan volum.


Profil saya


Salam sejahtera dan tetap semangat!
Bortiandy Triman Panataran Lumbantobing (Andy Tobing).
"Hidup adalah karya dalam perubahan" merupakan motto yang memotivasi untuk terus berkarya dalam setiap kesempatan, karena "tidak satupun alasan yang cukup untuk tidak dapat menikmati hari-hari yang dianugerahkan kepada kita".
Saling berbagi adalah hal yang terindah yang memotivasi setiap insan untuk saling membangun dan saling mendukung untuk menuju hari esok yang lebih baik.

Semoga blog ini bermanfaat bagi semua pihak dan tentunya kritik dan saran sangat diharapkan untuk dapat lebih melengkapi dan menambah manfaat bagi semua pihak.

Tetap semangat dan Majulah Indonesia!!

Don't Control Your Cost! (It's time to change!!)


-->
Adalah telah menjadi kebiasaan di setiap awal tahun, bahwa hampir seluruh perusahaan dihadapkan pada permasalahan kenaikan biaya produksi, baik sebagai dampak kenaikan upah buruh maupun kenaikan biaya energy (kenaikan BBM yang semakin langka).

Dalam dunia industri saat ini, tidak jarang kita menemui perusahaan besar yang mulai mengalami krisis, bahkan tidak sedikit yang terancam gulung tikar, baik perusahaan nasional, maupun multi nasional, seperti: Dell, Deplhi, Kodak, Mandala Airline dan terakhir Batavia Air.

Untuk dapat survive dan memenangkan persaingan di tengah  ketidakpastian perekonomian saat ini, perlu segera dilakukan tindakan nyata dan dengan paradigma yang benar, agar menghasilkan produk dengan harga yang kompetitif dan mutu yang sesuai. Pertanyaan yang sederhana, “apakah upaya pengendalian biaya produksi dan meningkatkan profit, dilakukan berfokus pada pengendalian biaya/cost control?”, atau dengan “berfokus pada pengendalian dan perbaikan proses yang berkesinambungan (continual improvement)?

Ambillah resiko agar terbebaskan

Tertawa artinya mengambil resiko tampak bodoh,

Menangis artinya mengambil resiko tampak sentimentil,

Menjangkau sesama artinya mengambil

resiko mengekspos diri yang sesungguhnya,

Mengemukakan ide, impian, dihadapan orang artinya mengambil resiko kehilangan ide atau impian tersebut,

Mengasihi artinya mengambil resiko tidak dibalas,

Hidup artinya mengambil resiko mati,

Berharap artinya mengambil resiko putus asa,

Mencoba artinya mengambil resiko gagal,

Tetapi resiko perlu diambil sebab bahaya terbesar

dalam kehidupan ini adalah tidak mengambil resiko.

Orang yang tidak mengambil resiko, tidak berbuat apa-apa,

tidak mempunyai apa-apa, bukan apa-apa

Ia mungkin terhindar dari penderitaan dan luka,

tetapi, pada hakekatnya ia tidak mungkin untuk belajar, merasa,

berubah, bertumbuh, mengasihi…hidup.

Dibelenggu oleh kepercayaannya, ia menjadi budak;

ia telah melepaskan kebebasan.

Hanya orang yang mengambil resiko yang terbebaskan.

Penulis tidak dikenal